<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Madrasah Ibtidaiyah negeri 1 Pohuwato</title> 
				<description>Menyajikan berita terbaru, tercepat, dan terpercaya seputar MIN 1 Pohuwato.</description>
				<link></link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>MIN 1 Pohuwato Gelar Rapat Evaluasi Bulanan, Kepala Madrasah Apresiasi Kehadiran Pegawai Capai 100%</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/min-1-pohuwato-gelar-rapat-evaluasi-bulanan-kepala-madrasah-apresiasi-kehadiran-pegawai-capai-100</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali menggelar rapat berkala bulanan dalam rangka mengevaluasi kinerja selama September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dewan Guru, Rabu (14/10/2026), dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah, Sriasrawaty Ahmad, dan diikuti seluruh dewan guru serta staf Tata Usaha (TU).

Rapat tersebut menjadi momentum untuk meninjau pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pegawai selama bulan sebelumnya, sekaligus memperkuat koordinasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan administrasi dan proses pembelajaran di lingkungan madrasah.

Dalam sambutan dan arahannya, Sriasrawaty Ahmad menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran madrasah atas kedisiplinan dan dedikasi yang ditunjukkan sepanjang September 2026. Ia secara khusus menyoroti tingkat kehadiran pegawai yang dinilai sangat baik, dengan catatan kehadiran mencapai 100 persen dan tidak terdapat pegawai yang terlambat berdasarkan evaluasi yang disampaikan dalam rapat.

“Alhamdulillah, pada bulan September tingkat kehadiran kita mencapai 100 persen. Tidak ada yang terlambat dan seluruh daftar hadir telah terisi dengan lengkap. Ini merupakan hal positif yang patut kita syukuri dan pertahankan bersama,” ungkap Sriasrawaty, yang disambut tepuk tangan peserta rapat.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru non-ASN yang dinilainya konsisten menunjukkan semangat pengabdian dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, keterbatasan yang dihadapi tidak seharusnya mengurangi komitmen dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru, khususnya rekan-rekan non-ASN, yang senantiasa menunjukkan dedikasi dan menjadi contoh dalam hal kedisiplinan. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangat untuk hadir lebih awal dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab tetap terjaga. Semoga sikap positif ini dapat menjadi teladan bagi kita semua,” tuturnya.

Selain kedisiplinan kehadiran, Kepala Madrasah turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah menyelesaikan pengisian E-Kinerja. Ia menegaskan bahwa pemenuhan kewajiban administrasi kinerja merupakan bagian penting dari tanggung jawab aparatur dalam mendukung tata kelola madrasah yang tertib dan profesional.

Dalam arahannya, Sriasrawaty juga menyinggung kondisi lingkungan yang masih dihadapkan pada paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi mengganggu kesehatan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat warga madrasah untuk tetap melaksanakan berbagai kegiatan, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Ia mengingatkan agar seluruh warga madrasah tetap memperhatikan kondisi kesehatan dan mengutamakan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan, tanpa mengabaikan tanggung jawab dalam menjalankan tugas masing-masing.

Rapat berkala bulanan tersebut ditutup dengan diskusi dan koordinasi mengenai pelaksanaan pembelajaran peserta didik di tengah kondisi lingkungan yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam diskusi tersebut, Kepala MIN 1 Pohuwato bersama dewan guru dan staf Tata Usaha membahas kemungkinan penerapan pembelajaran daring sebagai alternatif pembelajaran tatap muka, dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan peserta didik. (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>MIN 1 Pohuwato Turut Berpartisipasi dalam Pengisian Survei Nasional Sahabat KBC 2026</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/min-1-pohuwato-turut-berpartisipasi-dalam-pengisian-survei-nasional-sahabat-kbc-2026</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Perwakilan guru dan peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato berpartisipasi dalam pengisian Survei Sahabat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Tahun 2026, Selasa (13/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer (Labkom) ini merupakan bagian dari pelaksanaan survei nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengevaluasi penerapan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.

Pelaksanaan survei di MIN 1 Pohuwato mengikuti jadwal Batch 1 wilayah Sulawesi yang berlangsung pada 12–14 Oktober 2026. Pengisian instrumen dilakukan secara daring melalui portal resmi Kementerian Agama RI dengan pendampingan teknis dari Operator EMIS GTK.

Operator Emis MIN 1 Pohuwato, Abd Rauf Zaid, menyampaikan bahwa pendampingan teknis dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengisian berjalan lancar, mulai dari kesiapan perangkat komputer dan jaringan internet hingga proses login dan pengisian instrumen oleh responden.

“Tugas kami adalah memastikan seluruh proses pengisian berjalan lancar dari sisi teknis. Alhamdulillah, fasilitas Laboratorium Komputer MIN 1 Pohuwato dalam kondisi siap, baik dari segi perangkat komputer maupun jaringan internet. Guru dan peserta didik yang terpilih sebagai responden juga mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias,” ungkap Abd Rauf Zaid saat mendampingi responden di Labkom.

Ia menjelaskan bahwa pengisian survei dilaksanakan dengan tetap memperhatikan kerahasiaan akun dan kemandirian responden dalam memberikan jawaban. Kartu login dibagikan secara pribadi, sedangkan pendampingan proktor dibatasi pada petunjuk teknis penggunaan aplikasi dan alur pengisian instrumen.

“Karena survei ini membutuhkan jawaban yang objektif, setiap responden diberikan akses login secara pribadi. Kami hanya membantu apabila terdapat kendala teknis dan menjelaskan alur penggunaan aplikasi. Adapun jawaban sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing responden, sehingga harus diisi secara mandiri, jujur, dan sesuai dengan kondisi nyata di madrasah,” jelasnya.

Abd Rauf menambahkan bahwa pelaksanaan survei dalam rentang waktu yang terbatas menuntut koordinasi dan kesiapan seluruh pihak yang terlibat. Oleh karena itu, pendampingan dilakukan secara intensif agar pengisian instrumen dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Kami bersyukur atas kerja sama guru dan peserta didik yang telah ditunjuk sebagai sampel. responden survei terdiri atas 5 % dari total guru dan 5 %  dari total peserta didik yang ditetapkan sebagai sampel. Kami berharap hasilnya dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Pohuwato,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Survei Sahabat KBC Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan madrasah.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan Survei Sahabat KBC ini sebagai ruang evaluasi terhadap penerapan nilai-nilai kasih sayang dalam pembelajaran dan kehidupan di madrasah. Kami berharap jawaban dari guru dan peserta didik yang menjadi sampel dapat memberikan potret yang objektif sebagai bahan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan ke depan,” ujar Sriasrawaty.

Ia juga mengapresiasi kesiapan operator Emis GTK serta partisipasi guru dan peserta didik yang telah mengikuti kegiatan sesuai ketentuan. Menurutnya, sinergi antara kesiapan teknis, kedisiplinan, dan kejujuran responden merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan survei yang berkualitas. (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Pimpin Upacara Bendera, Maryam Pala Ajak Murid  MIN 1 Pohuwato Budayakan Peduli Sampah </title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/pimpin-upacara-bendera-maryam-pala-ajak-murid--min-1-pohuwato-budayakan-peduli-sampah-</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Civitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali melaksanakan upacara bendera rutin di halaman madrasah, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik kelas I hingga VI, dan turut dihadiri Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad.

Pada pelaksanaan upacara kali ini, peserta didik kelas IV.B mendapat tugas sebagai petugas pelaksana upacara. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembacaan janji murid, hingga doa penutup, berlangsung tertib dan lancar.

Bertindak sebagai pembina upacara, Guru Kelas IB, Maryam Pala.  Dalam amanatnya, ia memberikan perhatian khusus terhadap kondisi lingkungan madrasah yang terlihat cukup bersih pada pagi hari. Namun, ia mengajak seluruh peserta didik agar tidak hanya menikmati kebersihan lingkungan, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga dan mempertahankannya.

“Alhamdulillah, pagi ini lingkungan madrasah kita sudah terlihat cukup bersih. Saya berharap kebersihan ini dapat terus kita jaga bersama. Jika melihat sampah, jangan menunggu diperintah oleh guru untuk memungutnya. Sekalipun sampah itu bukan milik kita, mari kita ambil dan membuangnya ke tempat sampah,” ungkapnya.

Maryam juga  menegaskan bahwa kebersihan madrasah merupakan tanggung jawab seluruh warga madrasah, bukan hanya petugas kebersihan atau guru. Ia mengajak peserta didik untuk menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan ruang kelas, serta merawat fasilitas yang tersedia.

“Anak-anakku, madrasah ini adalah lingkungan tempat kita belajar setiap hari. Oleh Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kebersihannya. Jangan membiasakan diri membuang sampah sembarangan, apalagi membiarkannya ketika melihat sampah berserakan. Tanamkan dalam diri kalian bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari kedisiplinan dan tanggung jawab,” pesannya.

Maryam juga mengingatkan agar peserta didik tidak hanya menjaga kebersihan ketika berada di lingkungan madrasah, tetapi membiasakan perilaku hidup bersih di rumah maupun di lingkungan masyarakat. Menurutnya, kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten sejak dini akan membentuk karakter peduli lingkungan dan rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Usai sambutan, Upacara bendera ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh peserta didik petugas doa dengan khusyuk dan penuh penghayatan, sebelum seluruh peserta upacara kembali melanjutkan aktivitas pembelajaran.  (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Perkuat Kompetensi ASN, Staf TU MIN 1 Pohuwato Ikuti Orientasi Moderasi Beragama dan Ekoteologi</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/perkuat-kompetensi-asn-staf-tu-min-1-pohuwato-ikuti-orientasi-moderasi-beragama-dan-ekoteologi</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Salah satu Staf Tata Usaha (TU) Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato, Yusuf Sahabu, mengikuti Orientasi Penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado, Jumat (09/10/2026). Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II tersebut mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama. 

Kegiatan orientasi dibuka secara resmi oleh Kepala BDK Manado, Dr. H. Khaeroni. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab ASN. Menurutnya, penguatan kedua aspek tersebut perlu diwujudkan dalam sikap, perilaku, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Orientasi ini turut menghadirkan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP SDM) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, sebagai pemateri utama. Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan kebijakan dan peningkatan kompetensi ASN, khususnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama serta membangun kesadaran terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan Yusuf Sahabu dalam kegiatan orientasi tersebut. Ia berharap pengetahuan dan pemahaman yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan administrasi yang profesional, adil, inklusif, dan bertanggung jawab.

“Keikutsertaan bapak Yusuf Sahabu dalam kegiatan penguatan moderasi beragama dan ekoteologi diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pelaksanaan tugas administrasi di madrasah. Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan melalui pelayanan yang mengedepankan sikap dan profesionalisme,” ungkap Sriasrawaty.

Sementara itu, Yusuf Sahabu saat ditemu Tim Humas madrasah usai mengikuti kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa orientasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dan ekoteologi dalam lingkup pekerjaan administrasi.

“Sebagai staf tata usaha, orientasi ini membuka wawasan saya bahwa moderasi beragama dan kepedulian terhadap lingkungan atau ekoteologi sangat relevan untuk diterapkan dalam pekerjaan administrasi. Nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui pelayanan yang menghargai setiap orang tanpa membeda-bedakan serta kebiasaan kerja yang lebih ramah lingkungan,” ujar Yusuf Sahabu.

Ia menambahkan, dirinya berkomitmen untuk mengimplementasikan materi yang diperoleh melalui peningkatan kualitas pelayanan administrasi, membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh warga madrasah. (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Gelar Shalat Dhuha Berjamaah, MIN 1 Pohuwato Tanamkan Kerinduan Siswa akan Pintu Surga Bab Ad-Dhuha </title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/gelar-shalat-dhuha-berjamaah-min-1-pohuwato-tanamkan-kerinduan-siswa-akan-pintu-surga-bab-addhuha-</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali melaksanakan kegiatan rutin keagamaan berupa salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan dengan murojaah Juz 30 dan tausyiah keagamaan, Jumat pagi (9/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas I hingga VI bersama dewan guru.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah yang berlangsung tertib dan khusyuk. Setelah itu, seluruh peserta didik mengikuti murojaah Juz 30 bersama yang dipandu oleh Guru Bahasa Arab MIN 1 Pohuwato, Rahmat Dunggio. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur&#39;an yang dibaca secara bersama-sama menciptakan suasana religius sekaligus menjadi sarana pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur&#39;an di lingkungan madrasah.

Usai pelaksanaan salat Dhuha dan murojaah, kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah keagamaan yang disampaikan oleh Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MIN 1 Pohuwato, Abdul Alan Ibrahim. Dalam tausyiahnya, ia mengajak para peserta didik untuk senantiasa menjaga ibadah, membiasakan diri melaksanakan salat Dhuha, serta menumbuhkan harapan untuk memperoleh rahmat dan rida Allah Swt.

“Anak-anakku sekalian, biasakanlah menjaga salat Dhuha sejak dini. Ibadah ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kita untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Laksanakanlah dengan ikhlas, penuh kesungguhan, dan berharaplah akan rahmat serta rida-Nya,” pesan Abdul Alan.

Ia menambahkan bahwa pembiasaan ibadah sejak dini merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki tanggung jawab dalam menjalankan ajaran agama. 

 “Anak-anakku sekalian, mari kita biasakan melaksanakan salat Dhuha dengan ikhlas dan istiqomah. Jangan menunggu dewasa untuk belajar mencintai ibadah. Semoga setiap langkah kita dalam mendekatkan diri kepada Allah Swt. menjadi jalan untuk memperoleh rahmat, keberkahan, dan rida-Nya,” tuturnya.

Usai penyampaian tausyiah keagamaan, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan dewan guru seklaigus penutup rangkaian aktivitas Jumat pagi. (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Perkuat Kompetensi Kepemimpinan, Sriasrawaty Ahmad Ikuti AKGTK Kepala Madrasah 2026</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/perkuat-kompetensi-kepemimpinan-sriasrawaty-ahmad-ikuti-akgtk-kepala-madrasah-2026</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, mengikuti Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Kepala Madrasah Tahun 2026, Kamis (08/10/2026) yang berlangsung di ruang Laboratorium Komputer madrasah.

Selain mengikuti asesmen, MIN 1 Pohuwato turut memberikan fasilitas kepada Kepala RA Al-Ikhlas Paguat, Masna Pakaya, dan Kepala RA Arrayan Dengilo, Retni Manga, yang juga mengikuti rangkaian asesmen secara daring dari fasilitas laboratorium komputer madrasah.

Pelaksanaan AKGTK tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi kepala satuan pendidikan dalam menjalankan tugas kepemimpinan, pengelolaan satuan pendidikan, serta menghadapi berbagai dinamika dan tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan bahwa AKGTK tidak semata-mata dipandang sebagai proses penilaian, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kepala madrasah untuk melakukan evaluasi diri terhadap kompetensi yang diperlukan dalam menjalankan tugas kepemimpinan.

 “AKGTK menjadi momentum bagi kami untuk melakukan refleksi sekaligus mengukur kompetensi yang dimiliki dalam menjalankan tugas sebagai kepala madrasah. Apa pun hasilnya nanti, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas, dan melakukan perbaikan,” ujar Sriasrawaty.

Ia menambahkan bahwa tuntutan terhadap kepala madrasah saat ini semakin kompleks. Kepala madrasah tidak hanya dituntut mampu mengelola administrasi satuan pendidikan, tetapi juga harus memiliki kemampuan kepemimpinan, manajerial, serta mampu mendorong terciptanya lingkungan pembelajaran yang berkualitas.

“Kami berharap asesmen ini dapat memberikan gambaran yang objektif mengenai kompetensi yang kami miliki. Yang terpenting adalah bagaimana hasil tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pelayanan pendidikan di madrasah,” tambahnya.

Sementara itu, Masna Pakaya, selaku Kepala RA Al-Ikhlas Paguat, menyampaikan bahwa pelaksanaan AKGTK memberikan kesempatan bagi kepala RA untuk mengukur kompetensi kepemimpinan yang dimiliki, termasuk dalam memahami dan memenuhi kebutuhan perkembangan anak usia dini.

“Bagi kami, pelaksanaan AKGTK ini menjadi kesempatan untuk mengukur sejauh mana efektivitas kompetensi kepemimpinan yang kami miliki, termasuk dalam memahami standar dan kebutuhan stimulasi perkembangan anak usia dini. Asesmen ini menjadi bahan refleksi agar kami dapat terus melakukan perbaikan dalam menjalankan tugas,” ungkap Masna.

Pelaksanaan asesmen dimulai pada pukul 14.00 WITA dan berakhir pada pukul 16.00 WITA. Selama pelaksanaan, kegiatan berjalan tertib, aman, dan lancar tanpa kendala berarti hingga seluruh peserta menyelesaikan asesmen. (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Hari Kedua AKGTK 2026, Guru MIN 1 Pohuwato Jalani Asesmen dengan Tertib dan Lancar</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/hari-kedua-akgtk-2026-guru-min-1-pohuwato-jalani-asesmen-dengan-tertib-dan-lancar</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026 memasuki hari kedua di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato, Selasa (06/10/2026). Bertempat di ruang laboratorium komputer madrasah, pelaksanaan asesmen berlangsung tertib sebagai bagian dari program nasional untuk mengukur kompetensi guru sesuai bidang tugas dan rumpun mata pelajaran masing-masing.

Pelaksanaan AKGTK 2026 pada hari kedua dibagi ke dalam beberapa sesi. Sesi pertama yang berlangsung pukul 08.30–10.30 WITA diikuti oleh empat guru yang terdiri atas guru mata pelajaran Fikih, Akidah Akhlak, serta sebagian guru kelas. Sementara pada sesi ketiga dijadwalkan akan berlangsung pukul 14.00–16.00 WITA dan diikuti oleh satu guru pengampuh mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.

Dalam pelaksanaannya, para peserta melakukan proses login secara mandiri menggunakan akun EMIS GTK  masing-masing sebelum mengakses sistem asesmen. Mekanisme tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan AKGTK 2026 yang mengedepankan sistem asesmen berbasis daring.

Kegiatan mendapatkan pendampingan langsung dari Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, bersama Operator EMIS GTK MIN 1 Pohuwato, Abd Rauf Zaid. Pendampingan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan teknis dapat diikuti sesuai ketentuan serta membantu peserta apabila menghadapi kendala dalam proses akses maupun penggunaan aplikasi asesmen.

Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, saat ditemui Tim Humas Madrasah di sela-sela pendampingan, menjelaskan bahwa salah satu perubahan dalam pelaksanaan AKGTK 2026 adalah mekanisme asesmen yang dilaksanakan secara daring penuh (full online).

Menurutnya, peserta tidak lagi mengikuti asesmen pada Titik Lokasi (Tilok) terpusat di tingkat kabupaten/kota. Peserta dapat mengikuti asesmen dengan menggunakan perangkat yang tersedia dan terhubung dengan jaringan internet melalui sistem yang telah ditentukan, termasuk penggunaan Safe Exam Browser (SEB).

“Salah satu perubahan dalam pelaksanaan AKGTK tahun ini adalah mekanisme asesmen yang dilakukan secara full online. Peserta tidak lagi mengikuti ujian di titik lokasi terpusat tingkat kabupaten atau kota, tetapi melaksanakan asesmen secara daring dengan perangkat yang terhubung internet sesuai ketentuan,” jelas Sriasrawaty.

Sriasrawaty menambahkan, Meski mekanisme asesmen dilakukan secara mandiri, MIN 1 Pohuwato memilih untuk tetap memfasilitasi para guru dengan menyediakan satu lokasi pelaksanaan di ruang laboratorium komputer madrasah. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan madrasah sekaligus untuk memastikan para guru dapat mengikuti asesmen dengan nyaman dan memperoleh bantuan teknis apabila menghadapi kendala.

“Walaupun tidak ada Tilok terpusat, tidak serta-merta guru-guru melaksanakan AKGTK di mana saja. Kami tetap mengumpulkan para guru dalam satu lokasi di ruang laboratorium komputer yang fasilitasnya memadai. Hal ini penting agar jika terjadi kendala teknis maupun jaringan, operator kami bisa langsung membantu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sriasrawaty menyampaikan bahwa AKGTK bukan hanya menjadi agenda evaluasi, tetapi juga menjadi momentum bagi guru untuk melakukan refleksi terhadap kompetensi yang dimiliki.

“Kami berharap para guru dapat mengikuti asesmen ini dengan sungguh-sungguh. Apa pun hasilnya nanti, kami berharap dapat menjadi bahan evaluasi dan refleksi untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik,” ujarnya.

Pelaksanaan AKGTK hari kedua Sesi pertama, di MIN 1 Pohuwato berlangsung dengan tertib dan lancar. Para peserta dapat mengikuti setiap tahapan asesmen sampai menyelesaikan soal dalam batas waktu yang tersedia, meskipun tingkat kesulitan soal dinilai cukup menantang. (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Tingkatkan Kompetensi, Guru Kelas MIN 1 Pohuwato Antusias Ikuti AKGTK 2026</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/tingkatkan-kompetensi-guru-kelas-min-1-pohuwato-antusias-ikuti-akgtk-2026</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Jajaran tenaga pendidik, khususnya guru kelas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato, turut mengikuti rangkaian Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Tahun 2026, Senin (05/10/2026) di Lab Komputer Madrasah.

Pelaksanaan AKGTK Tahun 2026 merupakan program nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia yang dilaksanakan secara bertahap pada 5–9 Oktober 2026. Peserta asesmen mencakup guru, kepala madrasah, pengawas, tenaga perpustakaan, serta tenaga laboratorium yang terdaftar aktif dalam sistem EMIS GTK.

Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, saat dihubungi Tim Humas melalui WhatsApp, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan AKGTK 2026, khususnya bagi guru kelas yang mengikuti asesmen pada sesi ketiga.

 “Kami sangat mendukung penuh pelaksanaan AKGTK 2026 ini. Melalui asesmen ini, guru-guru kami dapat mengukur sejauh mana kompetensi pengajaran serta penguasaan materi yang dimiliki. Hasilnya diharapkan menjadi bahan refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah,” ujar Sriasrawaty.

Sriasrawaty menambahkan, peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan. Menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga harus terus mengembangkan kemampuan pedagogik, profesional, serta berbagai kompetensi pendukung lainnya.

“Kami berharap keikutsertaan guru dalam AKGTK dapat memberikan pengalaman dan gambaran yang objektif mengenai kompetensi masing-masing. Dengan demikian, hasil asesmen dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan mutu pelayanan pendidikan di MIN 1 Pohuwato,” lanjutnya.

Sementara itu, Operator EMIS MIN 1 Pohuwato, Abd Rauf Zaid, menyampaikan bahwa pelaksanaan AKGTK pada sesi ketiga bagi guru kelas berlangsung dengan aman dan lancar, Kendati pada awal pelaksanaan sempat muncul kendala teknis berupa gangguan pada sistem server. Namun, kendala tersebut dapat segera ditangani sehingga tidak menghambat pelaksanaan asesmen para guru.

“Alhamdulillah, pelaksanaan AKGTK 2026 pada sesi ketiga untuk guru kelas berjalan dengan aman dan lancar. Memang pada awal pelaksanaan sempat terjadi kendala teknis berupa error atau munculnya layar putih saat proses login, namun kendala tersebut dapat segera ditangani sehingga tidak mengganggu jalannya asesmen,” ungkap Abd Rauf Zaid.

Abd Rauf Zaid menambahkan bahwa pelaksanaan AKGTK menggunakan sistem digital yang dirancang untuk mendukung keamanan dan menjaga integritas pelaksanaan asesmen.

“Asesmen ini memanfaatkan sistem pengamanan digital terintegrasi melalui Safe Exam Browser atau SEB. Penggunaan sistem tersebut bertujuan meminimalkan potensi kecurangan sekaligus menjaga keamanan dan validitas hasil asesmen,” jelasnya.

Pelaksanaan AKGTK menjadi salah satu momentum penting bagi tenaga pendidik MIN 1 Pohuwato untuk melakukan evaluasi dan refleksi terhadap kompetensi profesional yang dimiliki. Hasil asesmen diharapkan dapat memberikan gambaran yang bermanfaat bagi pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Bawa Semangat Juara, Tiga Siswa MIN 1 Pohuwato Hadiri Pembukaan OMI 2026 Provinsi Gorontalo</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/bawa-semangat-juara-tiga-siswa-min-1-pohuwato-hadiri-pembukaan-omi-2026-provinsi-gorontalo</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Tiga siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato mengikuti pembukaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2026 tingkat Provinsi Gorontalo, Senin (05/10/2026), di Ruang Cyber Library MAN Insan Cendekia Gorontalo. Ketiga siswa tersebut hadir bersama Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, didampingi dua guru pendamping serta Pengawas Bina Madrasah, Fatmawati Suleman.

Kegiatan turut dihadiri Plt. Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, Fitriyani Humokor, para Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota, para kepala madrasah, guru pendamping, serta peserta didik madrasah dari berbagai daerah di Provinsi Gorontalo.

Dalam arahannya saat membuka kegiatan, Plt. Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Gorontalo, Fitriyani Humokor, menyampaikan harapan agar pelaksanaan OMI tingkat provinsi dapat melahirkan peserta didik madrasah yang memiliki kemampuan dan prestasi terbaik untuk mewakili Gorontalo pada tingkat nasional.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo yang belum dapat hadir secara langsung karena pada waktu yang bersamaan harus menghadiri kegiatanyang sama pentingnya di tingkat provinsi.

Selanjutnya, Fitriyani secara resmi membuka pelaksanaan OMI tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 dan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kompetisi dengan penuh semangat.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya OMI tingkat Provinsi Gorontalo. Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi, pengalaman, kepercayaan diri, dan semangat berprestasi.

“Kami di tingkat madrasah berkomitmen penuh untuk mewujudkan doa dan harapan yang disampaikan Kabid penmad Kemenag Gorontalo. Kehadiran tiga delegasi MIN 1 Pohuwato pada OMI tingkat provinsi merupakan bagian dari ikhtiar kami dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi,” ujar Sriasrawaty.

Ia menambahkan, persiapan telah dilakukan secara intensif bersama guru pendamping guna memastikan para peserta didik memiliki kesiapan, baik dari sisi akademik maupun mental dalam menghadapi kompetisi.

“Melalui persiapan intensif yang telah kami lakukan, kami optimis delegasi MIN 1 Pohuwato siap memberikan kemampuan terbaiknya. Kami berharap perjuangan mereka dapat membawa nama baik madrasah dan turut mengharumkan nama Provinsi Gorontalo di tingkat nasional,” lanjutnya.

Sriasrawaty juga berpesan kepada ketiga peserta didiknya agar menjadikan OMI sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar dan berkembang.

“Arahan dan motivasi yang disampaikan pada pembukaan ini menjadi pemantik semangat bagi seluruh kontingen kami. Kami berpesan kepada anak-anak untuk bertanding secara sehat, jujur, penuh sportivitas, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai yang diajarkan di madrasah,” pungkasnya.

Pembukaan OMI tingkat Provinsi Gorontalo Tahun 2026 kemudian ditutup dengan foto bersama antara Plt. Kabid Penmad Kanwil Kemenag Gorontalo, para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, kepala madrasah, guru pendamping, dan seluruh peserta didik yang mengikuti ajang OMI.  (AR@Z)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Semai Cahaya Iman, MIN 1 Pohuwato Awali Jumat dengan Sholat Dhuha dan Tausyiah</title>
						                <link>https://min1pohuwato.sch.id/berita/detail/semai-cahaya-iman-min-1-pohuwato-awali-jumat-dengan-sholat-dhuha-dan-tausyiah</link>
						                <description>POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato mengawali Jumat pagi dengan kegiatan keagamaan melalui Sholat Dhuha, murojaah Juz 30 dan Khotmil Quran berjamaah di halaman madrasah, Jumat (02/10/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari pembiasaan Jumat Berkah tersebut diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik kelas I hingga kelas VI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha dua rakaat secara berjamaah yang dipimpin oleh Guru Bahasa Arab MIN 1 Pohuwato, Rahmat Dunggio. Seluruh peserta mengikuti pelaksanaan ibadah dengan tertib dan khidmat di halaman madrasah.

Usai pelaksanaan Sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan murojaah Juz 30 dan Khotmil Quran secara berjamaah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun pembiasaan keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Quran sejak dini.

Suasana religius semakin terasa ketika ratusan peserta didik bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Dengan didampingi para guru, peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib sebagai bentuk pembiasaan untuk mengawali aktivitas pembelajaran dengan kegiatan yang bernilai ibadah.

Dalam tausyiahnya, Rahmat Dunggio mengingatkan peserta didik agar Sholat Dhuha tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rutin madrasah, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan.

“Anak-anakku, bersujud di waktu Dhuha bukanlah sekadar rutinitas madrasah, melainkan bentuk syukur terbaik kita atas napas dan kesehatan yang Allah titipkan,” ujar Rahmat.

Ia juga mengajak para peserta didik agar menghadirkan kesungguhan hati ketika berdoa setelah melaksanakan sholat. Menurutnya, doa perlu disertai keyakinan dan perhatian hati agar ibadah yang dilakukan benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt.

“Saat menadahkan tangan selepas sholat, berdoalah dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Jangan biarkan lisan kalian berucap sementara hati kalian melamun memikirkan hal lain. Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai,” pesannya.

Lebih lanjut, Rahmat mengharapkan agar pembiasaan ibadah yang dilaksanakan di madrasah dapat terus diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di lingkungan keluarga.

“Jadikanlah ibadah pagi ini sebagai jangkar spiritual kehidupan kalian. Ustadz berharap, cahaya Dhuha dan kekuatan doa yang kita rajut di madrasah hari ini tetap kalian jaga di rumah, serta terus membimbing kalian hingga tumbuh dewasa nanti,” tuturnya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan ilmu, kelancaran proses pembelajaran, kesehatan dan keselamatan seluruh keluarga besar madrasah, serta kemudahan dan keberkahan rezeki bagi para orang tua peserta didik. (AR@Z)
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>