• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Atasi Tantangan Literasi dan Numerasi, MIN 1 Pohuwato Ajak Orang Tua Aktif Dampingi Belajar Anak

Atasi Tantangan Literasi dan Numerasi, MIN 1 Pohuwato Ajak Orang Tua Aktif Dampingi Belajar Anak

Gambar : Suasana rapat koordinasi bersama orang tua siswa terkait peningkatan kemampuan literasi dan numerasi

Atasi Tantangan Literasi dan Numerasi, MIN 1 Pohuwato Ajak Orang Tua Aktif Dampingi Belajar Anak

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato menggelar rapat koordinasi bersama orang tua siswa untuk membahas upaya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik, Senin (19/10/2026). Pertemuan ini menjadi langkah strategis madrasah dalam merespons hasil evaluasi pembelajaran yang menunjukkan masih perlunya penguatan kemampuan membaca, memahami bacaan, dan berhitung pada sejumlah siswa.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, didampingi Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Yuwinda Wati Hippy, dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Djafar Mohune. Turut hadir sejumlah wali kelas, yakni Guru Kelas I.B Ersa Ramadani Buruji, Guru Kelas II.A Ridwan Gusti Mootalu, Guru Kelas III.B Herlina Bano, serta Guru Kelas IV.B Vin Husain Gani.

Dalam arahannya, Kepala Madrasah menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan peserta didik membutuhkan keterlibatan bersama antara pihak madrasah dan keluarga. Menurutnya, proses pembelajaran di madrasah perlu diperkuat dengan pendampingan yang berkelanjutan ketika anak berada di rumah.

“Madrasah memiliki keterbatasan waktu dalam mendampingi peserta didik. Karena itu, peran aktif orang tua sangat dibutuhkan untuk melanjutkan proses belajar di rumah, terutama dalam membiasakan anak membaca, memahami bacaan, dan berlatih berhitung. Pendampingan sederhana tetapi dilakukan secara rutin akan membantu memperkuat kemampuan dasar mereka,” tegas Sriasrawaty.

Ia juga mengajak orang tua untuk memberikan perhatian terhadap kebiasaan belajar anak, menyediakan waktu khusus untuk membaca bersama, serta membangun suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan.

Sementara itu, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Djafar Mohune, menyampaikan bahwa rendahnya capaian literasi dan numerasi pada sejumlah peserta didik perlu menjadi perhatian bersama. Salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan belajar anak di luar jam pembelajaran madrasah.

“Peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di kelas. Anak-anak membutuhkan pembiasaan dan pendampingan secara konsisten di rumah. Karena itu, kami mengharapkan kerja sama orang tua untuk mendorong anak lebih banyak membaca, memahami isi bacaan, dan berlatih berhitung sesuai dengan tingkat perkembangannya,” ungkap Djafar.

Ia menambahkan bahwa pembentukan kebiasaan belajar sejak dini sangat penting agar peserta didik semakin percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. Dengan dukungan yang tepat dari guru dan orang tua, kendala yang dihadapi siswa diharapkan dapat diidentifikasi dan ditangani secara bertahap.

Dalam rapat tersebut, para wali kelas turut menyampaikan hasil evaluasi pembelajaran serta memaparkan kendala yang ditemukan selama proses belajar-mengajar. Orang tua juga diberikan saran praktis untuk mendampingi anak belajar di rumah, antara lain menyediakan waktu membaca setiap hari, mengajak anak menceritakan kembali bacaan, serta melatih numerasi melalui kegiatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.  (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment