Belajar Sambil Bermain, Murid Baru MIN 1 Pohuwato Asah Kekompakan Lewat Game Edukatif MATAMUDA
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Hari keempat pelaksanaan Masa Taaruf Murid Madrasah (MATAMUDA) di MIN 1 Pohuwato diisi dengan berbagai permainan edukasi yang dirancang untuk membangun kerja sama, dan kekompakan antar murid baru. Kegiatan yang berlangsung di ruang Kelas I, Rabu (15/07/26), tersebut diikuti seluruh murid baru dengan penuh semangat, antusias, dan keceriaan.
Beragam permainan edukatif dipandu langsung oleh guru-guru yang tergabung dalam panitia MATAMUDA. Setiap aktivitas dirancang agar peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok, saling menghargai pendapat teman, serta melatih kemampuan berkomunikasi dan menyelesaikan tantangan secara bersama-sama.
Di sisi lain, kegiatan ini turut memberikan kesempatan kepada guru untuk mengamati kemampuan awal peserta didik dalam berkomunikasi, berkolaborasi, serta beradaptasi dengan lingkungan belajar yang baru. Hasil pengamatan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses pembinaan dan pendampingan murid selama menempuh pendidikan di MIN 1 Pohuwato.
Ditemu awak Humas, Ketua Panitia MATAMUDA, Lofyan Nupu, mengatakan bahwa permainan edukatif dipilih sebagai salah satu metode pengenalan lingkungan madrasah karena mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada peserta didik.
"Pada hari keempat MATAMUDA ini kami menghadirkan berbagai permainan edukatif yang bertujuan melatih kerja sama, komunikasi, serta kekompakan antarmurid baru. Kami ingin mereka merasa nyaman berada di lingkungan madrasah sekaligus belajar menghargai teman, saling membantu, dan menyelesaikan setiap tantangan secara bersama-sama.,” ujarnya
“Harapannya, nilai-nilai karakter seperti gotong royong, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian dapat tumbuh sejak awal mereka menjadi bagian dari keluarga besar MIN 1 Pohuwato," harap Lofyan.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran melalui permainan merupakan pendekatan yang efektif bagi anak usia sekolah dasar karena mampu menggabungkan unsur edukasi dan kegembiraan sehingga proses adaptasi murid berlangsung lebih mudah dan menyenangkan.
Suasana kegiatan berlangsung meriah. Tawa dan sorak semangat terdengar memenuhi ruang kelas ketika para murid saling memberikan dukungan kepada anggota kelompoknya. Melalui pendekatan belajar sambil bermain, peserta didik dapat memperoleh pengalaman yang menyenangkan, mulai membangun rasa percaya diri dan kedekatan dengan teman-teman barunya. (AR@Z)


0 Komentar