Hari Kedua Simulasi TKA, Siswa Kelas VI MIN 1 Pohuwato Tunjukkan Antusiasme Tinggi
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Hari kedua pelaksanaan Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato berlangsung tertib dan lancar, Selasa (03/03/2026). Meski sempat terkendala listrik padam secara tiba-tiba, kegiatan yang dipusatkan di laboratorium komputer madrasah tersebut tetap berjalan optimal berkat kesiapan panitia.
Sejak pagi hari, suasana madrasah tampak lebih dinamis dari biasanya. Para siswa kelas VI hadir dengan penuh kesiapan dan semangat. Mereka memasuki ruang laboratorium komputer secara teratur, didampingi panitia dan proktor yang telah lebih dahulu memastikan seluruh perangkat dalam kondisi optimal.
Persiapan teknis dilakukan secara matang. Perangkat komputer diperiksa satu per satu, jaringan internet diuji kestabilannya, serta akun peserta dipastikan dapat digunakan tanpa kendala. Sebelum simulasi dimulai, siswa menerima arahan singkat mengenai tata tertib serta teknis pengerjaan soal agar proses berjalan tertib dan terarah.
Pada hari kedua ini, simulasi difokuskan pada tes literasi. Peserta didik diminta membaca berbagai teks dengan tingkat kompleksitas yang bervariasi, kemudian menjawab sejumlah pertanyaan yang menguji kemampuan memahami informasi, menganalisis isi bacaan, hingga menarik kesimpulan secara logis. Kegiatan ini tidak hanya mengasah pemahaman membaca, tetapi juga melatih ketelitian dan daya pikir kritis siswa.
Setelah menyelesaikan tes literasi, siswa melanjutkan dengan pengisian survei lingkungan belajar dan survei karakter. Survei tersebut bertujuan untuk memetakan kondisi pembelajaran di madrasah sekaligus menggambarkan profil karakter peserta didik sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
Secara keseluruhan, TKA terdiri atas tiga subtes, yakni subtes latihan, tes literasi, serta pengisian survei lingkungan belajar dan karakter. Subtes latihan berfungsi untuk membiasakan siswa dengan tampilan serta sistem aplikasi yang digunakan, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan teknis saat pelaksanaan resmi nanti.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Yuwinda Wati Hippy, menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan siswa menghadapi asesmen sesungguhnya.
“Simulasi ini bertujuan agar siswa dapat mengenal aplikasi TKA yang digunakan, mampu login secara mandiri, serta memahami jenis-jenis soal yang akan dihadapi. Dengan latihan seperti ini, siswa tidak akan merasa canggung saat pelaksanaan resmi nanti,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan hari kedua berlangsung tanpa kendala teknis yang berarti. Seluruh siswa dapat mengakses soal dengan baik, jaringan internet stabil, serta pengisian survei dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal.
Kepala Madrasah, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan simulasi hari kedua tersebut.
“Alhamdulillah, pelaksanaan simulasi TKA hari kedua berjalan dengan sangat baik, tertib, dan kondusif. Ini menunjukkan bahwa kesiapan madrasah tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia, baik panitia, proktor, maupun peserta didik itu sendiri,” ungkapnya.
Beliau menegaskan bahwa simulasi ini bukan sekadar latihan teknis, melainkan bagian dari proses pembelajaran yang membentuk kesiapan mental dan akademik siswa.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak tidak hanya siap secara materi, tetapi juga siap secara mental. Dengan mengenal sistem sejak awal, memahami pola soal, serta terbiasa dengan suasana asesmen berbasis komputer, siswa akan lebih percaya diri dan tenang saat menghadapi TKA yang sebenarnya,” tambahnya. (AR@Z)


0 Komentar