• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Hari Ketiga Bimtek KMA 1503, Guru MIN 1 Pohuwato Perdalam Pembelajaran Intrakurikuler

Hari Ketiga Bimtek KMA 1503, Guru MIN 1 Pohuwato Perdalam Pembelajaran Intrakurikuler

Gambar : Guru MIN 1 Pohuwato, Vin Husain Gani, saat mengikuti kegiatan Bimtek atau Workshop Implementasi (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 hari ketiga yang berfokus pada penguatan pembelajaran intrakurikuler

Hari Ketiga Bimtek KMA 1503, Guru MIN 1 Pohuwato Perdalam Pembelajaran Intrakurikuler

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato, Vin Husain Gani, kembali melanjutkan partisipasinya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) atau Workshop Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 pada hari ketiga, Rabu (21/01/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan pembelajaran intrakurikuler atau pembelajaran tatap muka di kelas.

Workshop hari ketiga ini menitikberatkan pada penguatan kegiatan pembelajaran intrakurikuler yang selaras dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 menekankan integrasi antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu keagamaan, sekaligus memperkuat karakter peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai Panca Cinta.

Dalam pelaksanannya, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai cara penyusunan dan pemetaan capaian pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai Panca Cinta, yakni cinta kepada Tuhan, cinta kepada diri dan sesama, cinta kepada ilmu, cinta kepada lingkungan, serta cinta kepada tanah air. Seluruh kegiatan intrakurikuler diarahkan agar berlandaskan nilai-nilai tersebut sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada kognitif, tetapi juga afektif dan karakter.

Ketika dikonfirmasi oleh awak humas, Vin Husain Gani menyampaikan bahwa materi hari ketiga memberikan pemahaman yang sangat penting bagi guru dalam mengimplementasikan KMA 1503 Tahun 2025, khususnya pada penguatan kegiatan intrakurikuler.

“Kami diajarkan cara penyusunan dan pemetaan capaian pembelajaran yang terintegrasi dengan nilai Panca Cinta. Semua kegiatan intrakurikuler harus berlandaskan cinta kepada Tuhan, diri dan sesama, ilmu, lingkungan, serta tanah air,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan pembelajaran yang diajarkan bersifat kontekstual dan fleksibel, termasuk pemanfaatan teknologi digital.

“Materi pembelajaran diarahkan agar kontekstual dan fleksibel, termasuk pemanfaatan teknologi digital yang mulai diterapkan pada Semester 2 Tahun Ajaran 2025/2026. Ini sangat membantu kami dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan berkarakter kuat,” lanjutnya.

Vin juga mengungkapkan rasa syukur dapat mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami merasa sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini, karena kegiatan ini sangat penting bagi kami sebagai guru yang nantinya akan menerapkan pembelajaran baru ini kepada peserta didik di kelas,” tutupnya.

Kepala Madrasah, Sriasrawaty Ahmad, memberikan apresiasi atas kesungguhan para guru dalam mengikuti kegiatan Bimtek Implementasi KMA 1503 Tahun 2025.

“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi keikutsertaan guru-guru MIN 1 Pohuwato dalam kegiatan Bimtek ini. Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 merupakan langkah strategis dalam membangun pembelajaran madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam pembentukan karakter,” ujarnya.

Sriasrawasty  berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan madrasah.

“Dengan penguatan pembelajaran intrakurikuler berbasis Kurikulum Berbasis Cinta dan nilai Panca Cinta, kami berharap guru-guru dapat menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kepala Madrasah menegaskan komitmen MIN 1 Pohuwato untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam dunia pendidikan.

“Madrasah harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi peserta didik, baik dalam aspek keilmuan, karakter, maupun kecintaan terhadap agama dan bangsa. Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 menjadi salah satu ikhtiar kita bersama menuju madrasah yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment