• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Jelang OMI 2026, MIN 1 Pohuwato Uji Kesiapan Peserta melalui Simulasi CBT

Jelang OMI 2026, MIN 1 Pohuwato Uji Kesiapan Peserta melalui Simulasi CBT

Gambar : Peserta OMI MIN 1 Pohuwato mengikuti simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 berbasis Computer Based Test (CBT) di Laboratorium Komputer madrasah

Jelang OMI 2026, MIN 1 Pohuwato Uji Kesiapan Peserta melalui Simulasi CBT

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) –  Dalam rangka memantapkan kesiapan peserta menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato melaksanakan simulasi ujian berbasis Computer Based Test (CBT), Minggu (06/09/2026), bertempat di Laboratorium Komputer (Labkom) MIN 1 Pohuwato.

Simulasi ini menjadi bagian dari upaya madrasah dalam memastikan peserta memiliki kesiapan yang optimal, baik dari sisi penguasaan materi maupun kemampuan beradaptasi dengan mekanisme pelaksanaan OMI yang menggunakan sistem berbasis komputer.

Untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), bidang yang dipersiapkan dalam OMI meliputi Matematika Terintegrasi dan IPAS Terintegrasi. Peserta OMI yang mengikuti simulasi merupakan siswa yang sebelumnya telah dipersiapkan melalui pembinaan dan pendampingan secara intensif oleh guru pembimbing.

Untuk bidang IPAS Terintegrasi, peserta yang dipersiapkan yakni Janeeta Masya Motota, Azka Sausan Putri Mohune, dan Azka Afiyah M.I. Jusuf. Sementara itu, untuk bidang Matematika Terintegrasi, peserta yang mengikuti persiapan terdiri atas Muhamad Apriansyah Kum, Nur Fadhila Kardin, dan Awalfajri Schuurman Kiraman.

Dalam pelaksanaannya, simulasi dirancang menyerupai kondisi pelaksanaan OMI yang sebenarnya. Peserta mengikuti tahapan ujian menggunakan perangkat komputer dengan mekanisme CBT, sehingga mereka dapat mengenali sekaligus membiasakan diri dengan sistem yang akan digunakan pada pelaksanaan OMI mendatang.

Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan bahwa simulasi merupakan bagian penting dari proses persiapan peserta. Menurutnya, kesiapan menghadapi kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kesiapan peserta dalam mengikuti sistem pelaksanaan ujian berbasis teknologi.

“Simulasi ini penting untuk memastikan peserta memiliki kesiapan yang utuh dalam menghadapi OMI 2026. Mereka tidak hanya dituntut menguasai materi dan mampu menyelesaikan soal, tetapi juga perlu memahami teknis pelaksanaan ujian berbasis CBT agar dapat mengikuti setiap tahapan dengan percaya diri, tertib, dan fokus,” ujar Sriasrawaty.

Sementara itu, Proctor OMI MIN 1 Pohuwato, Abd Rauf Zaid, menjelaskan bahwa simulasi memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal secara langsung mekanisme ujian menggunakan aplikasi CBT. Peserta diperkenalkan dengan sejumlah tahapan teknis, mulai dari proses login, mengakses soal, memilih dan mengubah jawaban, hingga menyelesaikan dan mengakhiri ujian.

“Melalui simulasi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengenal secara langsung mekanisme pelaksanaan ujian menggunakan aplikasi CBT. Mereka dilatih mulai dari proses login, mengakses soal, memilih dan mengubah jawaban, hingga menyelesaikan serta mengakhiri ujian,” jelas Abd Rauf Zaid.

Ia menambahkan, simulasi juga menjadi sarana evaluasi bagi tim pembina untuk mengetahui tingkat kesiapan masing-masing peserta, termasuk mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu diperkuat.

“Hasil simulasi akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pembina untuk melihat sejauh mana kesiapan masing-masing peserta. Dari hasil tersebut, pembinaan dapat diarahkan pada materi maupun kemampuan teknis yang masih perlu ditingkatkan sebagai bagian dari pemantapan menghadapi OMI 2026,” lanjutnya.

Pelaksanaan simulasi berlangsung dengan tertib dan peserta mengikuti setiap tahapan yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesiapan, ketelitian, dan kepercayaan diri peserta, sekaligus menjadi bagian dari strategi MIN 1 Pohuwato dalam mempersiapkan delegasi terbaik untuk mengikuti OMI 2026.  (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment