Kepala MIN 1 Pohuwato Ikuti Simukulu Meeting Bahas Program Prioritas Madrasah 2026
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, mengikuti kegiatan Simukulu Meeting yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Gorontalo, Rabu (14/01/2026), secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti program Breakfast Meeting Menteri Agama Republik Indonesia guna memperkuat mutu layanan dan program prioritas pendidikan madrasah.
Simukulu Meeting tersebut dibuka sekaligus diberikan penguatan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, yang didampingi oleh Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu. serta diikuti oleh pejabat eselon IV, Kepala Madrasah Negeri dan Swasta, Penyuluh Agama, Penghulu, serta Pengawas Madrasah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dalam arahannya, Kakanwil menekankan pentingnya keseriusan seluruh satuan pendidikan madrasah dalam mengimplementasikan kebijakan strategis Kementerian Agama, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, tata kelola madrasah, serta penguatan sumber daya manusia.
Kegiatan Simukulu Meeting ini menghadirkan Dr. Jasmaniar, Kepala MAN Insan Cendekia (IC) Gorontalo, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menyampaikan berbagai agenda penting yang menjadi fokus pengembangan madrasah di Provinsi Gorontalo.
Adapun beberapa poin utama yang dibahas dalam rapat koordinasi tersebut antara lain:
Pertama, penerapan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) yang akan menggantikan sistem PPDB mulai tahun 2026. SPMB dirancang lebih efektif, transparan, dan berbasis data melalui jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi, serta memanfaatkan aplikasi daring untuk mempermudah proses pendaftaran dan verifikasi peserta didik dari jenjang TK hingga SMA/SMK.
Kedua, pembentukan dan penguatan SAT (Satuan Tugas) Pendampingan Koperasi, yang bertugas memberikan bimbingan, pelatihan, dan pendampingan kepada pengurus koperasi, termasuk koperasi madrasah, agar mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Ketiga, peningkatan kompetensi bahasa Inggris melalui IELTS (International English Language Testing System) sebagai upaya mengasah empat keterampilan utama, yakni mendengarkan (listening), membaca (reading), menulis (writing), dan berbicara (speaking), guna mempersiapkan sumber daya madrasah yang berdaya saing global.
Keempat, penguatan manajemen sekolah dalam pengembangan kemitraan, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara madrasah dengan orang tua, komite sekolah, dunia usaha, dan masyarakat melalui komunikasi terbuka, pembagian tanggung jawab, serta prinsip saling menguntungkan.
Kelima, pembinaan dan pengembangan guru (Teacher Development/Training) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, dan kepribadian guru, sehingga mampu memberikan layanan pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Menanggapi berbagai pembahasan tersebut, Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Simukulu Meeting yang dinilainya sangat strategis dan relevan dengan kebutuhan madrasah saat ini.
“Program Simukulu Meeting ini sangat penting sebagai ruang koordinasi, refleksi, dan penguatan bagi seluruh kepala madrasah. Banyak hal strategis yang dibahas, mulai dari kebijakan penerimaan murid baru, penguatan SDM guru, hingga pengembangan kemitraan madrasah,” ujarnya.
Sriasrawaty menambahkan bahwa MIN 1 Pohuwato siap mendukung dan mengimplementasikan seluruh agenda yang telah dipaparkan dalam rapat tersebut.
“MIN 1 Pohuwato siap berkomitmen mendukung seluruh agenda yang telah dipaparkan. Kami akan menindaklanjuti kebijakan SPMB 2026 sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan, serta terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi peserta didik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sriasrawaty Ahmad juga menekankan pentingnya pembinaan guru sebagai kunci utama peningkatan mutu madrasah.
“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Oleh karena itu, pembinaan dan pengembangan kompetensi guru akan terus kami dorong agar pembelajaran di MIN 1 Pohuwato semakin inovatif, berkualitas, dan relevan dengan tantangan zaman,” tambahnya.
Sriasrawaty berharap hasil Simukulu Meeting ini dapat menjadi landasan kuat bagi madrasah dalam menjalankan program-program prioritas Kementerian Agama secara berkelanjutan. (AR@Z)


0 Komentar