• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Kunjungi MAN 2 Sleman, Kepala MIN 1 Pohuwato Gali Praktik Baik Layanan Difabel

Kunjungi MAN 2 Sleman, Kepala MIN 1 Pohuwato Gali Praktik Baik Layanan Difabel

Gambar : Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad bersama rombongan studi tiru disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Sleman, H. Wiranto, dalam kunjungan penguatan pendidikan inklusif di Sleman

Kunjungi MAN 2 Sleman, Kepala MIN 1 Pohuwato Gali Praktik Baik Layanan Difabel

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, melakukan kunjungan studi tiru ke MAN 2 Sleman, Jumat (10/04/2026), sebagai upaya memperkuat komitmen menghadirkan pendidikan inklusif yang ramah difabel. Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam mengadopsi praktik baik guna mewujudkan madrasah yang berkeadilan dan ramah bagi semua peserta didik.

Kunjungan tersebut diikuti oleh rombongan kepala madrasah negeri dari Kabupaten Pohuwato yang memiliki semangat yang sama dalam mengembangkan layanan pendidikan inklusif. Rombongan disambut hangat oleh Kepala MAN 2 Sleman, H. Wiranto, bersama seluruh civitas madrasah.

Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, H. Nadhif, yang memberikan apresiasi atas inisiatif dan komitmen rombongan dari Pohuwato dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis inklusi.

Suasana kunjungan berlangsung penuh kehangatan dan inspirasi, terutama saat para tamu disuguhi penampilan siswa berkebutuhan khusus. Penampilan tilawah yang khidmat, pertunjukan vokal yang menyentuh, hingga permainan keyboard yang memukau berhasil menghadirkan rasa haru sekaligus kekaguman.

Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan sistem pendidikan yang tepat dan dukungan lingkungan yang inklusif, setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaiknya.

Kepala Madrasah juga mendapatkan kesempatan mendengarkan langsung paparan praktik baik (best practices) dari koordinator unit layanan difabel MAN 2 Sleman. Berbagai strategi dan pendekatan dalam membangun madrasah inklusi dibahas secara mendalam, mulai dari sistem layanan, pendekatan pembelajaran, hingga penguatan sumber daya manusia.

Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan bahwa praktik baik yang diterapkan di MAN 2 Sleman memberikan gambaran nyata bahwa pendidikan inklusif dapat berjalan optimal apabila didukung oleh sistem yang kuat, komitmen bersama, dan sumber daya yang memadai.

“Apa yang kami lihat di sini sangat menginspirasi. Anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya difasilitasi, tetapi juga diberi ruang untuk berkembang dan berprestasi. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berbenah.” Ungkapnya.

Sriasrawaty juga mengungkapkan rasa kagum saat menyaksikan langsung penampilan siswa difabel yang begitu percaya diri dan berbakat.

“Melihat anak-anak disabilitas yang mampu bermain musik dengan sangat baik, bahkan menjadi juara di tingkat provinsi, adalah bukti bahwa jika sistemnya benar, maka semua anak memiliki peluang yang sama untuk sukses.” Ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan optimisme bahwa model pendidikan inklusif seperti yang diterapkan di MAN 2 Sleman dapat diadaptasi dan diterapkan di MIN 1 Pohuwato.

“Kami sangat optimis bahwa apa yang kami pelajari hari ini bisa kami bawa pulang dan implementasikan. Tim yang saya bawa adalah orang-orang yang memiliki kapasitas dan komitmen kuat. Saya percaya, dengan kerja sama dan kesungguhan, semangat inklusi ini bisa kami wujudkan di MIN 1 Pohuwato.” pungkasnya (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment