• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Lestarikan Budaya Lokal, MIN 1 Pohuwato Tampilkan Tari Tidi Lo Oayabu di Launching Madrasah Terpadu

Lestarikan Budaya Lokal, MIN 1 Pohuwato Tampilkan Tari Tidi Lo Oayabu di Launching Madrasah Terpadu

Gambar : penampilan Tari Tidi Lo O’ayabu dari siswi MIN 1 Pohuwato pada kegiatan Pembuka Launching Madrasah Terpadu Pohuwato

Lestarikan Budaya Lokal, MIN 1 Pohuwato Tampilkan Tari Tidi Lo Oayabu di Launching Madrasah Terpadu

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Penampilan Tari Tidi Lo O’ayabu yang dibawakan oleh siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato berhasil mencuri perhatian penonton pada kegiatan Launching Madrasah Terpadu Pohuwato, Kamis (15/1/2026). Tarian khas Gorontalo ini tampil anggun sebagai pembuka acara dan mendapat apresiasi langsung dari Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo.

Tari Tidi Lo O’ayabu merupakan tarian tradisional yang sarat makna dan memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Gorontalo. Tarian ini menggambarkan keanggunan, keteguhan, serta kekuatan perempuan Gorontalo dalam menjalankan peran sebagai ibu dan istri, sekaligus mencerminkan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebagai pembuka kegiatan Launching Madrasah Terpadu Pohuwato, penampilan Tari Tidi Lo O’ayabu dari MIN 1 Pohuwato sukses menciptakan suasana sakral namun tetap memikat. Gerakan yang lemah gemulai, iringan musik tradisional, serta balutan busana adat Gorontalo yang dikenakan para penari menambah kekayaan visual sekaligus memperkuat pesan budaya yang disampaikan.

Tari Tidi Lo O’ayabu sendiri merupakan bagian dari pembelajaran ekstrakurikuler seni budaya di MIN 1 Pohuwato. Madrasah ini secara aktif mengajarkan dan mementaskan tarian tradisional sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan warisan budaya lokal sekaligus menanamkan rasa cinta budaya kepada siswa sejak usia dini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo yang menyaksikan langsung pertunjukan tersebut mengaku kagum dengan penampilan siswa MIN 1 Pohuwato. Menurutnya, tarian ini tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga mengandung filosofi mendalam tentang kehidupan, peran perempuan, serta nilai luhur masyarakat Gorontalo yang patut terus dilestarikan melalui dunia pendidikan.

Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan bahwa penampilan Tari Tidi Lo O’ayabu merupakan wujud nyata komitmen madrasah dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah melalui jalur pendidikan.

“Lewat kegiatan ekstrakurikuler kesenian ini, saya ingin memperkenalkan kepada para siswa sejak usia dini tentang budaya daerah, khususnya tarian tradisional Gorontalo Tidi Lo O’ayabu, agar mereka tidak hanya mengetahui secara teori, tetapi juga bisa mempraktikkannya secara langsung,” ujar Sriasrawaty.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran seni budaya di madrasah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan identitas peserta didik.

“Melalui tarian ini, siswa diajarkan tentang filosofi, sejarah, dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, mereka dapat memiliki rasa bangga dan apresiasi yang tinggi terhadap keberagaman budaya, khususnya budaya daerahnya sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler tari tidak hanya menjadi wadah penyaluran bakat dan minat siswa di bidang seni, tetapi juga menjadi media edukasi budaya yang komprehensif.

“Selain menyalurkan bakat menari para siswa MIN 1 Pohuwato, kami juga mengenalkan kearifan lokal yang tidak hanya dilihat dari gerak tariannya saja. Masyarakat juga bisa mengenal busana adat Gorontalo, nilai kesopanan, serta makna kehidupan yang tersirat dalam setiap gerakan tarian,” tambahnya.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler tersebut, siswa tidak hanya dilatih keterampilan menari, tetapi juga diperkenalkan pada sejarah, filosofi, serta nilai-nilai adat yang melekat pada setiap gerakan tarian. Hal ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang berakhlak, berbudaya, dan berwawasan kebangsaan. (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment