MIN 1 Pohuwato Gelar Upacara Bendera, Pembina Ajak Peserta Didik Taat Aturan Madrasah
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali melaksanakan upacara bendera rutin, Senin (17/11/2025) di halaman pelataran madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik kelas 1 hingga kelas 6. Kepala madrasah turut hadir dan memantau jalannya pelaksanaan upacara dari awal hingga akhir.
Pada pelaksanaan kali ini, peserta didik kelas 6B mendapat amanah sebagai petugas upacara, mulai dari pembawa acara, pemimpin barisan, pengibar bendera, pembaca UUD 1945, hingga paduan suara. Sementara itu, Guru Kelas 4B, Vin Husain Gani, bertindak sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Vin Husain Gani memberikan apresiasi terhadap kinerja petugas upacara sambil tetap memberikan catatan perbaikan yang membangun.
“Pelaksana upacara hari ini yakni kelas 6B, saya lihat sudah bagus, namun masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Yang sudah benar perlu terus ditingkatkan, karena kalian adalah contoh dan panutan bagi adik-adik kelas yang lain,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti perkembangan positif terutama dalam aspek kedisiplinan berpakaian peserta didik. Ia mengapresiasi peningkatan yang tampak jelas dari cara peserta didik menggunakan atribut, papan nama, keseragaman jilbab, hingga pemakaian songkok nasional oleh peserta didik laki-laki.
“Saya lihat sudah ada peningkatan kedisiplinan dalam berpakaian, mulai dari pemakaian atribut, papan nama, jilbab yang seragam, dan songkok nasional bagi laki-laki. Kalian, anak-anakku, harus taat pada aturan dan tata tertib yang berlaku di madrasah kita ini, terutama dalam disiplin berpakaian mulai dari hari Senin sampai hari Jum’at,” tegasnya dalam amanat upacara.
Vin menambahkan bahwa kedisiplinan berpakaian bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan bagian dari pembentukan identitas dan karakter peserta didik sebagai insan madrasah yang berakhlak, tertib, dan bertanggung jawab.
“Seragam bukan hanya pakaian, tetapi simbol keseragaman nilai, integritas, dan etika peserta didik. Ketika anak-anak memahami bahwa setiap detail seperti atribut, papan nama, hingga kerapian jilbab dan songkok memiliki aturan, mereka sebenarnya sedang belajar tentang tanggung jawab, ketertiban, serta penghargaan terhadap identitas madrasah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pembiasaan ini harus dibangun secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik. Disiplin, katanya, tidak lahir secara instan, tetapi melalui kebiasaan yang dibimbing dari hari ke hari.
“Pembinaan disiplin tidak bisa dilakukan hanya dalam satu atau dua kali imbauan. Perlu konsistensi dari pihak madrasah, dukungan dari orang tua di rumah, serta kesadaran pribadi peserta didik. Ketika ketiganya berjalan seirama, maka kualitas kedisiplinan anak akan meningkat secara signifikan,” tambahnya.
Kepala madrasah menyampaikan apresiasi kepada para guru dan petugas upacara yang telah melaksanakan kegiatan dengan tertib dan lancar. Upacara bendera, menurutnya, merupakan salah satu sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada seluruh peserta didik.
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para peserta didik mengikuti jalannya upacara dengan antusias, sementara para guru turut melakukan pendampingan dan pembinaan langsung di lapangan. (AR@Z)


0 Komentar