• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

MIN 1 Pohuwato Gelar Upacara Bendera, Wakamad Kurikulum Tekankan Pembentukan Adab Murid

MIN 1 Pohuwato Gelar Upacara Bendera, Wakamad Kurikulum Tekankan Pembentukan Adab Murid

Gambar : Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum, Yuwinda Wati Hippy, saat menyampaikan amanat pada upacara bendera

MIN 1 Pohuwato Gelar Upacara Bendera, Wakamad Kurikulum Tekankan Pembentukan Adab Murid

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato melaksanakan upacara bendera rutin, Senin (12/01/2026) di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan serta seluruh peserta didik, dan dihadiri langsung oleh Kepala Madrasah MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad.

Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum, Yuwinda Wati Hippy, menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya pembentukan adab dan karakter peserta didik sebagai ruh utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Dalam amanatnya, Yuwinda Wati Hippy menegaskan bahwa esensi Kurikulum Merdeka tidak hanya berorientasi pada capaian akademik semata, tetapi lebih jauh bertujuan membentuk pribadi peserta didik yang berkarakter, beradab, dan berakhlak mulia.

“Yang ditekankan dalam Kurikulum Merdeka itu adalah pembentukan karakter kalian. Bukan hanya pintar secara akademik. Banyak orang pintar, tetapi tidak semua beradab. Ketika seseorang pintar namun tidak memiliki adab, maka kepintarannya menjadi tidak bernilai,” tegas Yuwinda.

Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, ilmu pengetahuan dapat dengan mudah diperoleh melalui berbagai media, termasuk media sosial. Namun, nilai-nilai adab dan etika tidak dapat dipelajari secara utuh tanpa bimbingan langsung dari guru.

“Ilmu bisa kalian dapatkan dari media sosial dan berbagai sumber lainnya. Namun, adab tidak akan kalian dapati secara sempurna di media sosial mana pun. Di sinilah peran guru di madrasah menjadi sangat penting, karena guru memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk kalian menjadi anak-anak yang baik, saleh, dan salehah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakamad Kurikulum mengingatkan peserta didik agar menghargai perjuangan orang tua yang telah bekerja keras demi menyekolahkan anak-anaknya di madrasah. Ia menekankan bahwa tujuan utama orang tua menyekolahkan anak bukan sekadar agar mengenakan seragam atau hadir di kelas, melainkan untuk membentuk adab yang baik dan memperoleh ilmu yang bermanfaat.

“Orang tua kalian bekerja keras mencari nafkah untuk biaya sekolah. Jangan disia-siakan. Datang ke madrasah bukan hanya sekadar memakai seragam, duduk di kelas, lalu selesai. Tujuan utama orang tua menyekolahkan kalian adalah agar kalian memiliki adab yang baik dan ilmu yang bermanfaat,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yuwinda juga menekankan pentingnya adab dalam kehidupan sehari-hari, baik kepada orang yang lebih tua maupun kepada teman sebaya. Menurutnya, sikap saling menghormati dan menghargai merupakan fondasi utama dalam membangun lingkungan madrasah yang harmonis dan kondusif.

“Adab terhadap orang yang lebih tua wajib dijaga, begitu juga adab terhadap teman-teman yang seumuran. Kalian harus saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” pesannya.

Selain itu, Yuwinda turut menyampaikan kebijakan madrasah terkait pembiasaan membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Kebijakan ini bertujuan untuk melatih kemandirian peserta didik serta memastikan kondisi fisik yang prima sebelum mengikuti proses pembelajaran.

“Semua peserta didik diwajibkan membawa bekal dari rumah masing-masing, sehingga tidak ada yang meminta kepada teman. Bekal ini akan dikonsumsi setelah salat Dhuha, agar kalian menerima pelajaran tidak dalam keadaan lapar atau haus. Dengan perut yang terisi, insyaallah ilmu yang diterima dapat diserap dengan lebih baik,” ungkapnya.

Menutup amanatnya, Yuwinda berharap seluruh peserta didik dapat menerima dan menindaklanjuti pesan-pesan yang telah disampaikan, khususnya terkait penanaman adab sebagai nilai utama dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga apa yang saya sampaikan hari ini dapat diterima dengan baik dan dilaksanakan dalam kehidupan kalian sehari-hari. Sekali lagi saya tekankan, adab adalah hal yang paling utama, baik kepada orang yang lebih tua maupun kepada teman-teman kalian,” pungkasnya. (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment