• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Peningkatan Mutu Guru ala Filosofi Memasak, Materi Erman Hubu Tuai Antusiasme Peserta

Peningkatan Mutu Guru ala Filosofi Memasak, Materi Erman Hubu Tuai Antusiasme Peserta

Gambar : Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasie Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato, Erman Hubu, saat menyampaikan materi peningkatan mutu guru dalam kegiatan Peningkatan Mutu dan Pengembangan Madrasah MIN 1 Pohuwato di Hotel Kota Luwuk

Peningkatan Mutu Guru ala Filosofi Memasak, Materi Erman Hubu Tuai Antusiasme Peserta

LUWUK (min1pohuwato.sch.id) – Usai mengikuti pembukaan, keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato melanjutkan sesi pertama dengan materi peningkatan mutu guru yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasie Penmad) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pohuwato, Erman Hubu, Kamis (18/06/2026), di Hotel Kota Luwuk.

Dalam penyampaiannya, Erman Hubu menghadirkan pendekatan yang unik dan inspiratif melalui filosofi memasak sebagai analogi dalam menyiapkan pembelajaran yang berkualitas dan bermakna bagi peserta didik.

Menurut Erman Hubu, profesi guru memiliki banyak kesamaan dengan peran seorang ibu rumah tangga dalam menyiapkan hidangan bagi keluarga. Keduanya memerlukan perencanaan yang matang, kemampuan memilih bahan terbaik, teknik yang tepat, serta sentuhan rasa agar menghasilkan sesuatu yang bernilai dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Pada bagian awal materinya, Erman Hubu menjelaskan pentingnya menentukan tujuan pembelajaran sebelum memulai proses mengajar. Ia mengibaratkan tujuan pembelajaran sebagai resep masakan yang menjadi panduan utama dalam menghasilkan hidangan yang sesuai harapan.

“Sama seperti seorang ibu rumah tangga yang tidak akan mulai memasak tanpa mengetahui hidangan apa yang akan disajikan, guru juga harus memahami dengan jelas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Tujuan tersebut menjadi arah sekaligus pedoman dalam merancang seluruh proses pembelajaran.”

Selanjutnya, ia mengajak para guru untuk mampu memilih dan menyiapkan materi ajar yang relevan, kontekstual, dan sesuai kebutuhan peserta didik. Menurutnya, sebagaimana seorang ibu rumah tangga memilih bahan makanan yang segar dan berkualitas, guru juga harus memastikan materi yang disampaikan selalu aktual dan dekat dengan kehidupan siswa.

“Seorang Guru harus mampu memilih materi ajar yang relevan, aktual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Materi yang baik akan memudahkan siswa memahami pelajaran sekaligus merasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.”

Erman Hubu kemudian mengulas berbagai metode pembelajaran melalui analogi teknik memasak. Ia menjelaskan bahwa setiap materi membutuhkan pendekatan yang berbeda, sebagaimana proses memasak yang dapat dilakukan dengan cara merebus, mengukus, maupun menggoreng sesuai karakteristik bahan yang diolah.

“Setiap materi membutuhkan pendekatan yang berbeda. Ada kalanya guru perlu menjelaskan secara mendalam, ada saatnya menggunakan pendekatan yang lembut, dan ada pula kondisi yang memerlukan aktivitas yang mampu membangkitkan semangat belajar siswa.”

Tidak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya keterampilan mengajar yang diwujudkan melalui empati, humor, semangat, serta kemampuan memberikan apresiasi dan evaluasi secara seimbang.

“Pembelajaran yang baik tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan suasana yang menyenangkan. Empati, humor, dan antusiasme guru adalah bumbu yang membuat siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar.”

Sebagai bagian akhir dari proses pembelajaran, ia mengibaratkan kegiatan penilaian sebagai proses mencicipi masakan sebelum disajikan. Guru perlu memastikan bahwa materi yang diberikan dapat dipahami peserta didik sekaligus membuka ruang bagi umpan balik untuk perbaikan pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

“Seperti halnya masakan yang perlu dicicipi sebelum dihidangkan, pembelajaran juga perlu dievaluasi. Guru harus memastikan materi dapat diterima siswa serta membuka ruang untuk menerima masukan sebagai bahan perbaikan.”

Pada bagian akhir materinya, Erman mengajak seluruh guru MIN 1 Pohuwato untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran melalui perencanaan yang matang, kreativitas dalam mengajar, serta evaluasi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai peracik peradaban yang menentukan masa depan generasi bangsa.

“Bapak dan Ibu guru hebat, bayangkan kita sedang berada di dapur. Di depan kita ada bahan makanan terbaik. Jika kita asal mencampur semuanya ke dalam wajan tanpa teknik, tanpa bumbu, dan tanpa tahu mau memasak apa, maka hasilnya akan hambar atau bahkan gosong. Mengajar pun demikian. Siswa adalah keluarga kita dan materi pembelajaran adalah hidangannya. Mari kita menjadi peracik peradaban yang mampu menghadirkan kelas yang dirindukan siswa.”

Sementara itu, Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasie Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato, Erman Hubu, atas materi yang disampaikan dengan pendekatan yang inspiratif, komunikatif, dan mudah dipahami oleh seluruh peserta.

"Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Erman Hubu atas materi yang sangat inspiratif dan mudah dipahami. Melalui analogi filosofi memasak, beliau berhasil menyampaikan konsep peningkatan mutu pembelajaran dengan cara yang sederhana, namun sarat makna sehingga mampu membuka cakrawala pemikiran para guru dalam mempersiapkan pembelajaran yang lebih kreatif, terencana, dan bermakna bagi peserta didik."

Materi yang disampaikan secara komunikatif dan penuh ilustrasi tersebut mendapat perhatian serius dari seluruh peserta. Para guru tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan refleksi mengenai berbagai strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment