• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Perkuat Kokurikuler Berbasis Cinta, Djafar Mohune Ikuti Bimtek Implementasi KMA 1503

Perkuat Kokurikuler Berbasis Cinta, Djafar Mohune Ikuti Bimtek Implementasi KMA 1503

Gambar : Guru MIN 1 Pohuwato, Djafar Mohune, didampingi Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, mengikuti Bimbingan Teknis Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Penguatan Kegiatan Kokurikuler Madrasah pada hari kedua, Selasa (20/01/2026), bertempat di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo.

Perkuat Kokurikuler Berbasis Cinta, Djafar Mohune Ikuti Bimtek Implementasi KMA 1503

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Salah satu guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato, Djafar Mohune, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) atau Workshop Implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 pada hari kedua, Selasa (20/01/2026). Kegiatan ini berlangsung di MTs Negeri 1 Kota Gorontalo dan diikuti oleh guru-guru madrasah dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo.

Workshop hari kedua ini difokuskan pada Bimbingan Teknis Implementasi KMA Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Penguatan Kegiatan Kokurikuler Madrasah. KMA ini menegaskan bahwa kegiatan kokurikuler menjadi jembatan strategis antara intrakurikuler dan ekstrakurikuler, sekaligus secara resmi menggantikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA).

Dalam kebijakan terbaru tersebut, penguatan kokurikuler diarahkan untuk mendukung Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) serta penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menekankan pengembangan karakter, kompetensi, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran di madrasah.

Kegiatan Bimtek ini menghadirkan Heriyanto Dalanggo sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci arah kebijakan KMA Nomor 1503 Tahun 2025, yang merupakan pembaruan dari KMA Nomor 450 Tahun 2024, dengan fokus pada penyesuaian struktur kurikulum madrasah melalui pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada peserta didik.

Heriyanto juga menegaskan bahwa Direktorat KSKK Madrasah telah menerbitkan Panduan Kokurikuler Madrasah Tahun 2025 sebagai acuan resmi bagi madrasah dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan kokurikuler sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan masing-masing.

Mengacu pada KMA 1503 Tahun 2025, diharapkan seluruh insan madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, hingga pengawas, dapat memahami secara utuh kebijakan ini, termasuk struktur kurikulum, tujuan kokurikuler, serta panduan teknis pelaksanaannya di satuan pendidikan.

Saat dihubungi Humas Madrasah via Whatsapp, Djafar Mohune menyampaikan rasa syukurnya karena dapat mengikuti kegiatan strategis tersebut. Menurutnya, Bimtek ini sangat penting bagi guru sebagai garda terdepan dalam penerapan kebijakan kurikulum baru di kelas.

“Kami merasa sangat bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini karena Bimtek Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 sangat penting bagi kami sebagai guru. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang penguatan kokurikuler sebagai pengganti P5RA, serta bagaimana menerapkan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses belajar mengajar,” ungkap Djafar.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan hasil Bimtek tersebut di MIN 1 Pohuwato.

“Insya Allah, apa yang kami peroleh dari Bimtek ini akan kami jalankan dan sesuaikan dengan kondisi madrasah kami, sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih bermakna dan berdampak positif bagi peserta didik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, yang turut mendampingi serta mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa partisipasi guru dalam kegiatan Bimtek seperti ini sangat penting dalam rangka peningkatan mutu pendidikan madrasah.

“Guru merupakan kunci utama dalam mengolah dan menerapkan kebijakan pembelajaran baru secara nyata di kelas. Oleh karena itu, keikutsertaan guru dalam Bimtek Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 ini menjadi langkah strategis agar madrasah siap menjalankan penguatan kokurikuler, Pembelajaran Mendalam, dan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal,” ujarnya.

Sriasrawaty berharap hasil dari Bimtek ini dapat ditularkan kepada guru-guru lain di MIN 1 Pohuwato.

“Kami berharap ilmu dan pemahaman yang diperoleh dari kegiatan ini dapat dibagikan kepada seluruh guru, sehingga implementasi KMA 1503 di MIN 1 Pohuwato dapat berjalan selaras, terencana, dan berdampak nyata bagi perkembangan karakter serta kompetensi peserta didik,” pungkasnya.  (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment