Perkuat Kompetensi Guru, MIN 1 Pohuwato Ambil Peran dalam Workshop KMA 1503
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, bersama dua guru, Vin Husain Gani dan Djafar Mohune, mengikuti kegiatan Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 yang dikemas dalam Workshop Peningkatan Kompetensi Guru yang bertema "Merancang Proyek Aksi Nyata Berbasis Cinta dan Karakter" yang diselenggarakan oleh Tim Pengembang Kurikulum Madrasah (TPKM) Provinsi Gorontalo di Aula Kanwil Kemenag Gorontalo, Selasa (14/07/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu yang didampingi Plt. Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, Fitriyani Humokor, serta Ketua Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Provinsi Gorontalo, H. Rommy Bau.
Dalam arahannya, H. Mahmud Y. Bobihu menegaskan bahwa guru harus terus memperbarui kompetensi seiring perkembangan dunia pendidikan. Menurutnya, perubahan dari Kurikulum 2013, Kurikulum Merdeka, hingga Kurikulum Berbasis Cinta merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang harus direspons dengan kesiapan dan inovasi para pendidik.
Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan menjadi motivasi sekaligus tantangan bagi seluruh guru MIN 1 Pohuwato untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
"Insya Allah seluruh materi, dan praktik baik yang kami peroleh selama workshop ini akan segera kami tindak lanjuti di MIN 1 Pohuwato. Kami akan bersama-sama menyusun langkah-langkah implementasi yang terukur sehingga semangat KMA Nomor 1503 Tahun 2025 benar-benar hadir dalam setiap aktivitas pembelajaran di kelas, bukan sekadar menjadi dokumen kebijakan,” ujar Kamad.
“Harapannya, seluruh guru memiliki pemahaman yang sama dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sehingga dampaknya benar-benar dirasakan oleh seluruh peserta didik,” tutupnya. (AR@Z)


0 Komentar