Ramadan Penuh Makna, MIN 1 Pohuwato Hadirkan Pesantren Ramadan Inspiratif
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan secara optimal oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato dengan menggelar kegiatan Pesantren Ramadan yang sarat nilai spiritual dan pembentukan karakter. Pada Rabu (04/03/2026), materi tentang “Kisah Para Nabi dan Rasul Allah” disampaikan kepada seluruh peserta didik dengan penuh antusias.
Kegiatan Pesantren Ramadan ini merupakan langkah konkret madrasah dalam mengimplementasikan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1290 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pembelajaran pada Bulan Ramadan Tahun 2026. Regulasi tersebut menitikberatkan pada penguatan karakter peserta didik, perluasan literasi keagamaan, serta penguatan moderasi beragama di lingkungan satuan pendidikan.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjalankan kebijakan tersebut, MIN 1 Pohuwato menghadirkan berbagai program pembiasaan dan penguatan nilai keislaman. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi tadarus Al-Qur’an setiap pagi, shalat berjamaah, kajian keislaman tematik, penguatan adab dan akhlak, hingga praktik ibadah yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Pada materi hari ini, siswa diajak menyelami kisah para nabi dan rasul sebagai teladan dalam membangun kesabaran, keteguhan iman, serta akhlakul karimah. Guru menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, sehingga peserta didik tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi.
Pembelajaran dilaksanakan secara kolaboratif oleh wali kelas bersama guru pendamping di setiap ruang kelas. Pola ini dipilih agar interaksi antara guru dan siswa menjadi lebih personal dan mendalam. Dengan suasana yang lebih dekat, proses internalisasi nilai-nilai spiritual diharapkan dapat terserap secara maksimal oleh peserta didik.
Suasana religius yang terbangun selama Pesantren Ramadan terasa begitu kuat. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari setiap sudut kelas, disertai wajah-wajah antusias siswa yang mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan khusyuk. Lingkungan madrasah pun menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan spiritual.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan moral generasi muda. Melalui Pesantren Ramadan, MIN 1 Pohuwato berupaya menanamkan nilai-nilai ketaatan, kedisiplinan, kepedulian sosial, serta sikap moderat dalam beragama.
Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad, menegaskan bahwa Pesantren Ramadan merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembentukan karakter dan kecerdasan sosial siswa.
“Pesantren Ramadan ini bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Kami ingin menghadirkan Ramadan yang benar-benar hidup di madrasah. Anak-anak tidak hanya belajar teori tentang ibadah, tetapi juga mempraktikkan langsung nilai ketaatan, kedisiplinan, kepedulian, serta akhlakul karimah dalam keseharian mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sriasrawaty Ahmad berharap nilai-nilai yang ditanamkan selama Ramadan tidak berhenti ketika bulan suci berakhir.
“Harapan kami, setelah Ramadan berlalu, kebiasaan baik yang telah dilatih selama Pesantren Ramadan tetap melekat dalam diri anak-anak. Nilai disiplin, tanggung jawab, kepedulian, dan kecintaan terhadap ibadah harus terus tumbuh, baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat. Kami ingin mencetak generasi yang taat beragama, cerdas berpikir, dan santun dalam bertindak,” tambahnya penuh harap. (AR@Z)


0 Komentar