Semai Cahaya Iman, MIN 1 Pohuwato Awali Jumat dengan Sholat Dhuha dan Tausyiah
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato mengawali Jumat pagi dengan kegiatan keagamaan melalui Sholat Dhuha, murojaah Juz 30 dan Khotmil Quran berjamaah di halaman madrasah, Jumat (02/10/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari pembiasaan Jumat Berkah tersebut diikuti oleh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik kelas I hingga kelas VI.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha dua rakaat secara berjamaah yang dipimpin oleh Guru Bahasa Arab MIN 1 Pohuwato, Rahmat Dunggio. Seluruh peserta mengikuti pelaksanaan ibadah dengan tertib dan khidmat di halaman madrasah.
Usai pelaksanaan Sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan murojaah Juz 30 dan Khotmil Quran secara berjamaah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun pembiasaan keagamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Quran sejak dini.
Suasana religius semakin terasa ketika ratusan peserta didik bersama-sama melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Dengan didampingi para guru, peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib sebagai bentuk pembiasaan untuk mengawali aktivitas pembelajaran dengan kegiatan yang bernilai ibadah.
Dalam tausyiahnya, Rahmat Dunggio mengingatkan peserta didik agar Sholat Dhuha tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rutin madrasah, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan.
“Anak-anakku, bersujud di waktu Dhuha bukanlah sekadar rutinitas madrasah, melainkan bentuk syukur terbaik kita atas napas dan kesehatan yang Allah titipkan,” ujar Rahmat.
Ia juga mengajak para peserta didik agar menghadirkan kesungguhan hati ketika berdoa setelah melaksanakan sholat. Menurutnya, doa perlu disertai keyakinan dan perhatian hati agar ibadah yang dilakukan benar-benar menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt.
“Saat menadahkan tangan selepas sholat, berdoalah dengan sungguh-sungguh dan penuh keyakinan. Jangan biarkan lisan kalian berucap sementara hati kalian melamun memikirkan hal lain. Allah tidak menerima doa dari hati yang lalai,” pesannya.
Lebih lanjut, Rahmat mengharapkan agar pembiasaan ibadah yang dilaksanakan di madrasah dapat terus diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di lingkungan keluarga.
“Jadikanlah ibadah pagi ini sebagai jangkar spiritual kehidupan kalian. Ustadz berharap, cahaya Dhuha dan kekuatan doa yang kita rajut di madrasah hari ini tetap kalian jaga di rumah, serta terus membimbing kalian hingga tumbuh dewasa nanti,” tuturnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan ilmu, kelancaran proses pembelajaran, kesehatan dan keselamatan seluruh keluarga besar madrasah, serta kemudahan dan keberkahan rezeki bagi para orang tua peserta didik. (AR@Z)


0 Komentar