• 081243382335
  • min1pohuwato@gmail.com

Upacara Bendera MIN 1 Pohuwato, Abdul Alan Tekankan Budaya 5S, Kebersihan, dan Bakat Siswa

Upacara Bendera MIN 1 Pohuwato, Abdul Alan Tekankan Budaya 5S, Kebersihan, dan Bakat Siswa

Gambar : Pembina upacara, Guru SKI MIN 1 Pohuwato Abdul Alan Ibrahim, saat menyampaikan amanat pada upacara bendera rutin di halaman madrasah

Upacara Bendera MIN 1 Pohuwato, Abdul Alan Tekankan Budaya 5S, Kebersihan, dan Bakat Siswa

POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Civitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali melaksanakan upacara bendera rutin, Senin (21/09/2026), di halaman madrasah. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik kelas I hingga kelas VI dan turut dihadiri Kepala MIN 1 Pohuwato, Sriasrawaty Ahmad.

Pelaksanaan upacara kali ini menempatkan peserta didik kelas VA sebagai petugas upacara. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, pembacaan janji murid hingga doa, dapat dilaksanakan dengan tertib dan penuh tanggung jawab.

Bertindak sebagai pembina upacara, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MIN 1 Pohuwato, Abdul Alan Ibrahim, dalam amanatnya memberikan apresiasi kepada peserta didik kelas VA yang telah melaksanakan tugas sebagai petugas upacara.

“Saya memberikan apresiasi kepada pelaksana upacara hari ini, yakni kelas VA. Alhamdulillah, mereka sudah menampilkan yang terbaik dan cukup berani. Hal yang utama adalah keberanian untuk tampil. Adapun kekurangan maupun kesalahan yang mungkin terjadi menjadi bagian dari proses pembelajaran dan dapat diperbaiki ke depannya,” ujar Abdul Alan.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Alan juga menyampaikan bahwa madrasah tengah mempersiapkan kembali sejumlah kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian dari upaya mengembangkan bakat, minat, dan potensi peserta didik.

Menurutnya, berdasarkan hasil rapat penyusunan kurikulum madrasah yang dilaksanakan oleh dewan guru dan tenaga kependidikan pada pekan sebelumnya, beberapa kegiatan ekstrakurikuler akan kembali dikembangkan, di antaranya Pramuka, marching band, serta kegiatan kesenian seperti tari dan vokalia.

“Kami dari pihak dewan guru dan tata usaha pada pekan kemarin telah melaksanakan rapat penyusunan kurikulum madrasah. Salah satu yang dibahas adalah pengembangan kembali kegiatan ekstrakurikuler, seperti Pramuka, marching band, serta kesenian berupa tari dan vokalia,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengisi aktivitas peserta didik di luar pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Tujuannya adalah untuk mengembangkan bakat, minat, serta potensi kalian. Karena itu, manfaatkan setiap kesempatan yang diberikan madrasah untuk belajar, berlatih, dan menampilkan kemampuan terbaik bagi madrasah tercinta,” lanjut Abdul Alan.

Selain pengembangan potensi peserta didik, Abdul Alan kembali mengingatkan pentingnya penerapan budaya 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun, dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Ia mengajak peserta didik untuk membiasakan diri memberikan senyum, salam dan sapaan serta menunjukkan sikap sopan dan santun ketika memasuki lingkungan madrasah maupun saat bertemu dengan guru.

“Saya mengingatkan kembali kepada anak-anakku untuk menerapkan 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan, dan santun. Biasakan memberikan salam dan menyapa guru, terutama ketika memasuki madrasah atau bertemu dengan bapak dan ibu guru di pintu gerbang,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, ia turut menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan madrasah. Abdul Alan menyampaikan bahwa madrasah telah menyediakan fasilitas tempat sampah baru berupa tong sampah berukuran besar yang ditempatkan di depan masing-masing kelas. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Pihak madrasah telah memfasilitasi dan menyediakan tempat sampah baru berupa tong sampah besar di depan kelas masing-masing. Karena itu, ketika melihat sampah, jangan menunggu orang lain. Segera pungut dan buang pada tempat sampah yang telah disediakan,” tegasnya.

Pelaksanaan upacara bendera kemudian ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Mohamad Ravhatar Arafa. Doa berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan penghayatan, sebelum seluruh peserta upacara kembali melanjutkan aktivitas pembelajaran dan kegiatan madrasah.  (AR@Z)

0 Komentar

Leave a Comment