Upacara Bendera MIN 1 Pohuwato, Wakamad Humas Tekankan Nilai Kerukunan Antar Siswa
POHUWATO (min1pohuwato.sch.id) – Civitas Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pohuwato kembali melaksanakan Upacara Bendera rutin, Senin (19/01/2026) di halaman madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta peserta didik dari kelas I hingga kelas VI.
Upacara bendera rutin tersebut berlangsung dengan khidmat dan tertib. Bertindak sebagai pelaksana upacara adalah peserta didik kelas V, sementara Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) bidang Humas, Muhammad Ilham, dipercaya sebagai pembina upacara.
Dalam amanatnya, Muhammad Ilham menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan Janji Siswa, khususnya pada janji kelima tentang menjaga kerukunan antar sesama teman. Ia mengingatkan bahwa janji yang diucapkan setiap hari Senin bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
“Anak-anakku sekalian, Setiap hari Senin kalian mengucapkan janji siswa. Itu bukan sekadar rutinitas, tetapi sebuah komitmen. Ketika sudah berjanji, maka janji itu harus ditepati dan diwujudkan dalam sikap serta perilaku sehari-hari,” ujar Muhammad Ilham.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang harus terus diantisipasi di lingkungan pendidikan adalah perilaku perundungan atau bullying. Oleh karena itu, madrasah secara konsisten menanamkan nilai saling menghargai, saling menghormati, dan membangun komunikasi yang baik antar peserta didik.
“Kerukunan itu artinya tidak saling membully, tidak menghina, tidak melukai perasaan, dan tidak melukai fisik. Madrasah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak untuk belajar dan berkembang,” tegasnya.
Muhammad Ilham juga menyoroti pentingnya hubungan yang harmonis antar jenjang kelas. Menurutnya, siswa kelas tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya, sementara siswa kelas rendah perlu dibimbing untuk menghormati kakak kelasnya.
“Kami berharap siswa kelas tinggi mampu menjadi contoh yang baik, menghargai dan melindungi adik-adiknya. Sebaliknya, adik-adik kelas juga diajarkan untuk menghormati kakak kelasnya. Jika ini terbangun dengan baik, maka kerukunan di madrasah akan terus terjaga,” jelasnya.
Selain pembinaan karakter sosial, Muhammad Ilham menyampaikan bahwa madrasah juga memiliki tanggung jawab dalam membina kesiapan spiritual peserta didik. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, ia mengajak seluruh siswa untuk mulai membiasakan diri dengan amal-amal kebaikan sejak bulan Sya’ban.
“Sekitar satu bulan ke depan kita akan memasuki bulan Ramadan. Kami mengajak anak-anak untuk menyambut bulan suci tersebut dengan penuh antusias, salah satunya dengan membiasakan amal-amal sunnah di bulan Sya’ban, seperti latihan puasa Senin dan Kamis,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pembiasaan ibadah sejak dini tidak hanya melatih kesiapan fisik, tetapi juga membentuk karakter disiplin, keikhlasan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik.
“Jika anak-anak sudah dibiasakan beramal dan berlatih sejak sebelum Ramadan, insyaallah ketika Ramadan tiba mereka akan lebih siap, lebih semangat, dan lebih memahami makna ibadah itu sendiri,” tambahnya.
Menutup tanggapannya, Muhammad Ilham menegaskan komitmen MIN 1 Pohuwato untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang religius, aman, dan kondusif melalui berbagai kegiatan pembinaan karakter, baik melalui upacara bendera maupun program-program madrasah lainnya.
“Madrasah tidak hanya mendidik anak-anak agar cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk mereka menjadi pribadi yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu hidup rukun dengan sesama,” pungkasnya. (AR@Z)


0 Komentar